4 Tips Sederhana Saat Melakukan Tune-Up Mobil Sendiri

4 Tips Sederhana Saat Melakukan Tune-Up Mobil Sendiri

Perawatan mesin mobil jadi satu hal penting yang wajib dilakukan bagi setiap pemilik mobil. Karena selain untuk menjaga kondisi mesin agar tetap prima, perawatan mesin juga perlu dilakukan agar usia mobil lebih panjang. Selain service, tune-up pun menjadi salah satu cara efektif dalam menjaga performa mesin mobil.

Pengertian Tune-Up Mobil dan Cara Melakukannya Sendiri 

Tune-up mobil pada dasarnya adalah penyetelan ulang seluruh komponen pada mobil. Serupa dengan servis, tune-up bermanfaat untuk menjaga performa mesin agar tetap optimal. Karena dengan performa mesin yang optimal, kendaraan bisa lebih awet dan punya masa pakai yang lebih lama.

Namun meski sama-sama bertujuan untuk merawat mesin, tune-up dan servis adalah dua hal yang berbeda. Untuk soal waktu misalnya, kegiatan servis dilakukan selama jarak yang ditempuh mobil masih di bawah 120.000 km. Sedangkan untuk tune-up biasanya dilakukan enam bulan sekali atau saat mobil telah melampaui jarak 120.000 km.

Biaya tune-up juga lebih tinggi daripada servis, mengingat komponen mobil dicek secara keseluruhan saat dilakukan tune-up. Jika servis paling sedikit hanya memakan biaya Rp200.000, maka pada tune-up biaya minimalnya Rp300.000. Namun biaya tune-up bisa melambung sampai jutaan tergantung pada jenis mobil dan alat yang digunakan untuk melakukan tune-up.

Perbedaan terakhir, servis biasanya dilakukan pada bagian yang lebih cepat aus atau kotor seperti sistem injeksi atau filter udara. Sementara tune-up lebih dilakukan pada komponen penting seperti karburator dan celah busi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tune-up setidaknya dilakukan 6 bulan sekali. Namun jika mobil sering digunakan, ada baiknya jika tune-up dilakukan 3 bulan sekali. Tak harus ke bengkel, tune-up juga bisa dilakuan sendiri di rumah jika Anda mengetahui mana saja komponen yang perlu dirawat.

Baca juga  Keren, Nyaman, Berperforma Tinggi: Ini Modifikasi OEM

Nah, bagi Anda pemilik mobil yang masih menggunakan karburator, ada beberapa tips sederhana yang perlu diperhatikan saat melakukan tune-up mobil sendiri. Tips tune-up mobil sendiri ini diantaranya:

1.    Membersihkan Karburator 

Jika mobil masih menggunakan karburator, maka Anda harus memeriksa bagian ini. Alasannya, karburator mempunyai peran yang sangat penting, yaitu memasok bakar yang menuju ke ruang bakar.

Alhasil, apabila karburator tersumbat atau kotor sedikit saja, maka performa mesin tidak akan bisa optimal. Bahkan kondisi karburator yang buruk bisa mengakibatkan mobil mogok di tengah jalan. Jadi kalau mau membersihkan karburator, caranya cukup sederhana.

Yakni, buka tutup karburator atau saringan udara. Setelahnya, semprotkan carburator cleaner ke mulut dan lubang karburator. Dengan demikian, Anda bisa membuang kotoran atau kerak yang menempel sehingga karburator bisa kembali bekerja dengan maksimal.

2.    Membersihkan Filter Udara 

Membersihkan saringan atau filter udara memang jadi bagian dari service. Namun tidak ada salahnya melakukan hal tersebut saat melakukan tune-up mobil sendiri. Apalagi mengingat filter udara penting untuk menyaring udara yang masuk ke mesin kendaraan.

Cara membersihkan filter udara pada mobil cukup sederhana. Yaitu, lepaskan filter udara pada tutup karburator, lalu semprot dengan angin kompresor sampai sepenuhnya bersih. Namun jika filter udara sudah sangat kotor dan susah dibersihkan, maka sebaiknya filter udara diganti.

Sebab jika filter udara kotor, maka tidak hanya performa mesin kendaraan yang menurun, tetapi konsumsi bahan bakar juga jadi lebih boros.

3.    Membersihkan Busi 

Mengingat busi jadi salah satu komponen mobil yang paling penting, maka bagian ini juga harus dirawat saat melakukan tune-up sendiri. Alasannya, jika ada satu busi saja yang mati, maka performa mesin langsung mengalami penurunan. Hal ini terbukti saat mesin mobil jadi pincang gara-gara ada busi yang mati.

Baca juga  12 Tempat Wisata Alam Tersembunyi Yang Berada di Lombok

Membersihkan busi bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu mengangkat kerak yang menempel dengan menggunakan carbon cleaner. Namun jika kondisi busi sudah sangat buruk, maka sebaiknya dilakukan penggantian untuk mengembalikan kinerja yang maksimal.

4.    Memeriksa Filter Bensin 

Filter bensin berfungsi untuk menyaring berbagai kotoran yang ada di dalam bahan bakar. Jika filter bensin dalam keadaan kotor, maka penyerapan bahan bakar pun jadi terhambat. Akibatnya, mobil tidak bisa berjalan dengan stabil alias tersendat-sendat, bahkan bisa mogok pada kondisi tertentu.

Untuk itu, saat melakukan tune-up mobil sendiri, perlu diperiksa apakah filter bensin menyimpan banyak endapan atau masih bersih. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah aliran bensin dari tangki menuju karburator tidak terhambat.

Lantas jika kondisi filter bensin memang kotor, maka sebaiknya segera lakukan penggantian agar performa mesin bisa tetap optimal.

Itulah tadi beberapa tips sederhana saat melakukan tune-up mobil sendiri tanpa bantuan teknisi bengkel. Selain dapat menghemat biaya, dengan melakukan tune-up sendiri Anda bisa lebih memahami karakteristik mesin yang dimiliki mobil Anda. Terlebih lagi, ada kepuasan tersendiri saat Anda mampu merawat mesin kendaraan kesayangan tanpa melibatkan teknisi profesional.

Jadi bagi Anda yang tertarik dan ingin mulai melakukan tune-up mobil sendiri di rumah, maka beberapa tips sederhana tadi bisa jadi referensi agar perawatan mesin mobil bisa dilakukan dengan benar. Selamat mencoba!


Leave a Reply

Your email address will not be published.